* Diproduksi untuk Pertanian
BATANG
– Jauh dari pusat kota ternyata tak menjadi penghalang kreativitas dan inovasi.
Terbukti, para siswa SMK Muhammadiyah (SMKM) Bawang sukses merancang dan
menciptakan sejumlah produk mekanik peralatan tepat guna yang bisa
didayagunakan untuk pertanian.
Kamis
(21/12) kemarin, tujuh produk mesin itu dilaunching oleh Wakil Bupati Batang, H
Suyono S IP M Si. Ketujuh produk tersebut, yakni mesin corn sheller, Corn
Sheller Kelobot, Pengempung jagung atau pengepres emping dan jagung, Power
Tresher, Pedal Treesher Bermotor, dan Bed Dryer Appo Mini.
“SMK
Muhammadiyah Bawang ini letaknya sangat jauh dari pusat kota Batang, tetapi
nyatanya mampu berkreasi dan berinovasi dengan karya nyata. Ini prestasi yang
membanggakan. Insya Allah, sebagai bentuk dukungan, Pemkab akan mengalokasikan
bantuan Rp 100 juta,” kata Wabup disambut tepuk tangan yang hadir.
Wabup
juga mengapresiasi kiprah Muhammadiyah yang telah melahirkan amal usaha
pendidikan sangat banyak guna mendidik generasi bangsa. Dia meminta SMKM Bawang
tak membeda-bedakan penerimaan peserta didik, baik bodoh ataupun pintar, miskin
atau kaya. “Terima siswa sebanyak-banyaknya, lalu didiklah mereka untuk menjadi
generasi berkeunggulan,” pesannya.
Dia
berharap, produk-produk SMKM Bawang itu bisa dipasarkan bersama, tidak hanya
oleh sekolah. “Dari SMKM Bawang kita bisa belajar, jangan hanya menjadi pemakai
teknologi, tapi ciptakanlah teknologi itu,” tukasnya.
Ketua
PDM Batang, Drs H Nasikhin MH, mengatakan, melalui amal usaha yang tersebar di
seluruh Indonesia, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, maupun
pembangunan ekonomi, Muhammadiyah ingin terus menciptakan keunggulan-keunggulan
yang maslahat. Keunggulan itu juga mensyaratkan daya saing yang tinggi.
“Termasuk
lembaga pendidikan di era global sekarang ini, mau tak mau harus harus
berorientasi pada kualitas, kreativitas dan inovasi. Amal usaha Muhammadiyah
juga wujud dari spirit rahmatan lil alamin, sehingga pelayanannya tidak
membeda-bedakan,” ucapnya.
Kepala
SMKM Bawang, Imam Pamungkas, mengungkapkan, tujuh produk mekanik buatan
sekolahnya sudah siap dipasarkan dengan harga terjangkau. Mesin pengemping
melinjo misalnya, hanya dibanderol Rp 9,375 juta. untuk penggiling padi dipatok
Rp 9,812 juta, mesin pemipil jagung Rp 18,750 juta, dan lainnya.
“Prinsip,
semua produk sudah siap dipasarkan, tetapi kita memang belum bisa memproduksi
massal. Produksi kita sementara disesuaikan dengan pemesanan,” katanya.
Acara
launching sendiri dihadiri Camat Bawang, Yarsono, dan jajaran Muspika, sejumlah
pengurus PDM Batang dan sejumlah PCM. Komite sekolah yang diketuai Umar Hamsah
juga ikut meramaikan. (sef)
sumber: http://radarpekalongan.co.id/9100/mantap-7-mesin-peralatan-tepat-guna-ini-diciptakan-smkm-bawang/




Tidak ada komentar:
Posting Komentar